Kamis, 03 Desember 2015

When the Pen becomes the sword


"Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh di kemudian hari" ,  demikian Pramoedya menulis dalam novelnya Anak Semua Bangsa.  Maka tak salah jika orang yang mengatakan bahwa menulis itu mempunyai kekuatan untuk mengubah kehidupan manusia.
Menulis bukan sekedar menggoreskan pena dikertas, tetapi lebih jauh lagi menuangkan gagasan atau ide yang dapat mempengaruhi pikiran orang yang membacanya, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi perbuatan atau tindakannnya.
Secara empirik, kemajuan suatu bangsa adalah ditandai banyaknya  penulis atau banyaknya buku yang diterbitkan, artinya bangsa itu sudah mulai menjadi masyarakat menulis  (literality social), sementara bangsa yang masih sedikit memproduksi buku bacaan adalah masih pada masyarakat  berbudaya lisan ( oral social).

Ada beberapa alasan mengapa orang untuk menulis.
1.  Menuangkan kreativitas, orang tak mungkin hanya menyimpan ide atau gagasannya didalam pikirannya,  sebagai mahluk sosial pasti ide atau gagasan harus  disampaikan kepada orang lain dengan cara yang lebih efektif dibanding harus bicara personal to personal.
2. Mengembangkan Imajinasi, mungkin kita pernah dengar cerita fiktif yang  bisa menimbulkan imajinasi orang yang membaca. Contohnya adalah Jules Verne, yang dapat mengimanjinasi  yang membaca novelnya.
3.Mengembangkan perbendaharaan kata.   Saat kia membaca buku atau tulisan, setidaknya pikiran akan menambah perbendaharaan kata dan bahkan akan mengingat perbendaharaan kata yang mungkin dapat memperkaya pemgetahuan untuk komunikasi.
4. Mengabadikan, dengan tulisan maka suatu pengetahuan atau ajaran akan timeless,atau selalu abadi contohnya adalah kitab suci Al Quran atau mushaf , dimana tulisan yang mengandung wahyu Allah SWT yang diabadikan melalui Rasulullah Muhamad diabadikan dalam bentuk literasi.
5. Kenangan masa lalu  atau Riwayat agar  dapat diketahui oleh generasi selanjutnya. Negara negara maju setiap peristiwa selalu mendokumentasikan dalam bentuk buku buku agar dapat diketahui oleh generasi penerusnya. HHal ini di negeri kita  masih kurang peduli, bahkan konon para peneliti sejarah nusantara, saat meneliti kerajaan Majapahit harus ke negeri Belanda untuk membaca buku Negara Kertagama di Perpustakaan Leiden University.
6. Menginspirasi , kalau kita jalan jalan ke Gramedia, sudah banyak buku yang ditulis oleh para Motivator yang terkenal, seperti Mario Teguh, Andri Wongso dan lain sebagainya,, tujuan penulis adlah supaya tulisannya dapat memberi inspirasi kepada yang membaca.
7. Menjadikan orang Populer, banyak dari penulis dengan bukunya bisa mengantar menjadi orang terkenal seperti halnya  JK Rolling, Andri Hirata, Pramodya dan lain sebagainya,  mereka menjadi terkenal didunia, karena tulisannya dapat memberikan hiburan, inspirasi, dan mungkin imajinasi yang dapat memperkaya jalan pikirnya

Menulis memang tidak sulit, yang sulit adalah memulainya satu kata yag harus ditulis,... tetapi kalau tidak dicoba maka tidak akan menjadi deretan kata yang menjadikan deretan kalimat,  dan pada akhirnya membuahkan hasil tulisan yang bermakna...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar