"Karena kau
menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh di kemudian
hari" , demikian Pramoedya
menulis dalam novelnya Anak Semua Bangsa.
Maka tak salah jika orang yang mengatakan bahwa menulis itu mempunyai
kekuatan untuk mengubah kehidupan manusia.
Menulis
bukan sekedar menggoreskan pena dikertas, tetapi lebih jauh lagi menuangkan
gagasan atau ide yang dapat mempengaruhi pikiran orang yang membacanya, dan
pada akhirnya dapat mempengaruhi perbuatan atau tindakannnya.
Secara
empirik, kemajuan suatu bangsa adalah ditandai banyaknya penulis atau banyaknya buku yang diterbitkan,
artinya bangsa itu sudah mulai menjadi masyarakat menulis (literality social), sementara bangsa yang
masih sedikit memproduksi buku bacaan adalah masih pada masyarakat berbudaya lisan ( oral social).
Ada
beberapa alasan mengapa orang untuk menulis.
1. Menuangkan
kreativitas, orang tak mungkin hanya menyimpan ide atau gagasannya didalam
pikirannya, sebagai mahluk sosial pasti
ide atau gagasan harus disampaikan
kepada orang lain dengan cara yang lebih efektif dibanding harus bicara
personal to personal.
2. Mengembangkan Imajinasi, mungkin
kita pernah dengar cerita fiktif yang
bisa menimbulkan imajinasi orang yang membaca. Contohnya adalah Jules
Verne, yang dapat mengimanjinasi yang
membaca novelnya.
3.Mengembangkan perbendaharaan kata. Saat
kia membaca buku atau tulisan, setidaknya pikiran akan menambah perbendaharaan
kata dan bahkan akan mengingat perbendaharaan kata yang mungkin dapat
memperkaya pemgetahuan untuk komunikasi.
4. Mengabadikan, dengan tulisan maka
suatu pengetahuan atau ajaran akan timeless,atau selalu abadi contohnya adalah
kitab suci Al Quran atau mushaf , dimana tulisan yang mengandung wahyu Allah
SWT yang diabadikan melalui Rasulullah Muhamad diabadikan dalam bentuk
literasi.
5. Kenangan masa lalu atau Riwayat agar dapat diketahui oleh generasi selanjutnya.
Negara negara maju setiap peristiwa selalu mendokumentasikan dalam bentuk buku
buku agar dapat diketahui oleh generasi penerusnya. HHal ini di negeri
kita masih kurang peduli, bahkan konon
para peneliti sejarah nusantara, saat meneliti kerajaan Majapahit harus ke
negeri Belanda untuk membaca buku Negara Kertagama di Perpustakaan Leiden
University.
6. Menginspirasi , kalau kita jalan
jalan ke Gramedia, sudah banyak buku yang ditulis oleh para Motivator yang
terkenal, seperti Mario Teguh, Andri Wongso dan lain sebagainya,, tujuan
penulis adlah supaya tulisannya dapat memberi inspirasi kepada yang membaca.
7. Menjadikan orang Populer, banyak
dari penulis dengan bukunya bisa mengantar menjadi orang terkenal seperti halnya JK Rolling, Andri Hirata, Pramodya dan lain
sebagainya, mereka menjadi terkenal
didunia, karena tulisannya dapat memberikan hiburan, inspirasi, dan mungkin
imajinasi yang dapat memperkaya jalan pikirnya
Menulis
memang tidak sulit, yang sulit adalah memulainya satu kata yag harus
ditulis,... tetapi kalau tidak dicoba maka tidak akan menjadi deretan kata yang
menjadikan deretan kalimat, dan pada
akhirnya membuahkan hasil tulisan yang bermakna...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar