Mengajar dengan Passion, siswa akan lebih menyenangi belajar
Otak akan merasa nyaman untuk berpikir, jika hati juga senang. Ada juga yang mengatakan "Gedung Sekolah itu penting, Tetapi lebih penting Kurikulumnya, Kurikulum itu penting tetapi yang penting adalah Gurunya,.. Guru itu sangat penting,..tetapi yang lebih Penting lagi Gurunya mengajar dengan Hati.
Bagi seorang Guru sebelum berangkat mengajar kesekolah setidaknya harus mempunyai persiapan 3 (tiga) hal primer yang sangat mendasar.
Pertama, adalah materi dan bahan ajar. Tanpa persiapan materi maka proses pembelajaran akan kehilangan arah tujuan yang diharapkan dari siswa maupun guru. Bukan hanya sekedar persiapan materi, guru juga harus mendalami materi agar jika ada pertanyaan kritis dari siswa dapat menjawab. Jangan sampai guru tidak menguasai materi, maka dapat menurunkan kewibawaan dan kepercayaan guru. Korelasi kepercayaan kepada guru akan sangat berpengaruh kepada proses pembelajaran terhadap siswa, jika guru tidak menguasai materi yang diajarkan bagaimana siswa dapat memahami apa yang di ajarkan. Ada sebuah kata bijak "doscendo dismicus,.... aku mengajar maka aku belajar" artinya kalau guru tidak belajar maka akan lebih baik tidak perlu mengajar.
Kedua, adalah Metode menerapkan bagaimana menyampaikan materi pembelajaran secara efektif dengan nyaman, jelas dan menyenangkan. Bukan hanya sekedar membuka laptop dan menayangkan dengan projektor terus membaca tayangan atau menulis di papan tulis.
Penulis pernah punya pengalaman, mempunyai seorag dosen yang sangat pandai sekali gelar titelnya berderet baik didepan maupun dibelakang namanya, Namun saat mengajar metodenya hanya menayangkan slide terus bicara monoton tentang apa yang ditayangkan, sehinga suasananya sangat kering. Mugkin apa yang terserap di benak mahasiswanya tidak lebih dari 50% saja.
Lain waktu penulis juga punya seorang dosen, yang mungkin nampaknya biasa biasa saja, saat mengajarkan bahkan dia tidak pernah lihat tayangannya sendiri. Penuh ekspresi dan gerakan tubuhnya semua bergerak, jalan mondar mandir kebelang ke depan, sehinga pandangan matanya tidak pada satu kelompok mahsiswanya, menjelaskan lebih banyak hubungan antaa mata kuliah dengan kehidupan sehari hari. Terkadang juga diselingi dengan kata kata humor, susana kelas rasanya hidup, sehingga para mahasiswa sangat terkesan dengan mata kuliah ini. Dosen ini mungkin menerapkan Joyful Learning agar materi yang disampaikan dapat optimal terserap kedalam pikiran ke para mahasiswanya. Disini menenankan bukannya santai tetapi metode membuat kenyamanan belajar.
belajar dengan suasana yang menyenangkan membuat optimal berpikir
Kita pasti punya pengalaman jika diajarkan seorang guru yang dengan passion, pasti mempunyai kesan yang mendalam dibanding dengan guru yang mengajar hanya sesuai dengan kewajibannya.
Mengajar dengan hati yang kesal, atau muka cemberut. akan mempengaruhi siswa yang diajar dan membuat suasana proses pembelajaran tidak akan optimal.
Maka hendaknya guru saat berangkat dari rumah, harus sudah menjaga emosi dan niatkan penuh untuk selalu mencintai profesi dan anak anak didik....
(Sukhendro, 10 Desember 2015)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar